Skip to main content

Posts

Ngabuburich Bareng Arichsan: Tentang Perempuan, Value dan Uang

Ki-ka: Offie, Valencia, dan Lala | Foto: Dokpri - Efa Butar butar Tanggal 8 Maret setiap tahunnya, International Women's Day dirayakan secara global untuk mempromosikan kesetaraaan gender dan merayakan pencapaian perempuan. Dilansir dari pluxee.in, hanya 32% perempuan yang bekerja sebagai manajer secara global dan hanya sekitar 8% yang mencapai posisi CEO, sementara kesenjangan upah gender global terus mendekati 20%. Dalam perayaan tahun ini, dunia mengangkat tajuk " Give to Gain " sebagai pengingat bahwa ketika seseorang, organisasi dan komunitas bergerak memberi dengan murah hati, peluang bagi perempuanpun bertambah. Topik ini diangkat untuk mengingatkan kembali bahwa memberi bukanlah mengurangi, melainkan perkalian yang disengaja untuk menciptakan perkembangan setiap perempuan.  Sejalan dengan perayaan tersebut, Arichsan turut serta ambil langkah, berkontribusi 'berbagi' pada sejumlah perempuan lain lewat penyelenggaraan 'Ngabuburich', forum perdana yan...

The Flag Coffee, Rekomendasi Cafe Buat WFC Di Jatibening

Meeting di ruang meeting The Flag Coffee | Foto: Salman Faris Kafe kini jadi salah satu rekomendasi tempat kerja yang banyak diburu para digital nomad , alias pekerja digital seiring dengan semakin tingginya kebutuhan work from cafe (WFC). Bagaimana tidak, bermodal sekian Rupiah saja, sudah bisa bekerja dengan nyaman, kondisi sejuk, ada makanan pula yang bisa dipesan kapan saja perut keroncongan. Dan kalau pintar cari tempat, bisa dapat yang harga makanannya terjangkau banget.  The Flag Coffee, rekomendasi cafe buat WFC di Jatibening Ngobrolin soal WFC, para digital nomad di area bekasi khususnya Jatibening bisa bersenang hati nih, soalnya, ada satu cafe lagi yang hadir di Jatibening, untuk memenuhi kebutuhan lokasi WFC kamu, namanya The Flag Coffee .  Bertempat di Jl. Raya Panggung No.27, RT 005/RW003, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, The Flag Coffe Shop menyediakan Coworking Space dan Meeting Room berkapasitas 10-12 orang dilengkapi d...

Menyambut Tahun Baru dengan Perawatan VBeam dan Pro Yellow Laser dari ZAP

Sambut 2026 dengan Treatment VBeam dan Pro Yellow Laser ZAP | Foto: Dokpri - Efa Butar butar Tak terasa, hari-hari tahun 2025 akan segera usai. Banyak cerita yang sudah kita rangkai, baik dan buruk, manis dan pahit, suka dan duka. Tapi ketika menilik lagi ke belakang, kita bisa bilang, kita mengakhirinya dengan baik meski mungkin dibarengi sedikit panik.  Pada akhirnya harus kita akui, segala tantangan berat yang kita hadapi, satu-satunya orang yang hadir, yang maju paling depan, dan yang paling berani menantang adalah dia yang ada di hadapan kita saat berdiri di depan cermin.  Itu kenapa, di penghujung tahun yang akan segera berakhir ini, kamu sangat layak mendapatkan apresiasi atas perjuangan yang sudah kamu jalani.  Bukan karena ingin hidup pamer atau hedon, tapi sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan yang sudah kamu lakukan juga sebagai bentuk persiapan atas perjalanan baru yang akan kamu hadapi ke depan.  Apreasiasi diri dengan perawatan terbaik Apreasiasi ...

Arif Rahman Abidin Buka Keran Rupiah Berbekal Setor Sampah Lewat Plasticpay

  Mengubah sampah plastik menjadi duit dengan memanfaatkan Plasticpay | Foto: Dokpri - Efa Butar butar ... Segala yang dirusak dan porakporanda Tak akan sembuh begitu saja Mulai turun tangan Aksi demi Bumi Yang lebih baik tuk diwariskan ... Kalimat-kalimat di atas adalah cuplikan lirik lagu Fiersa Besari berjudul Alam Bukan Tempat Sampah.  Jahat ya kita, manusia, atas nama kenyamanan pribadi, semua orang berlomba melakukan apa saja, katanya berkarya tapi sampahnya ngga tau taruh di mana. Katanya menjadi penyedia, setelah itu tidak ada tanggungjawabnya.  Sebetulnya, tak satu dua musisi yang menyindir manusia dengan lagu-lagu cukup nyelekit di hati. Soal keserakahan yang atas nama kenyamanan, lingkungan jadi dinomor sekiankan. Atas nama kekayaan, Bumi tak lagi dipentingkan.  Tapi, karya hanya sekadar karya. Sindiran tak lagi dikira-kira, semua manusia kembali sibuk dengan kegiatan yang setiap ujungnya, minimal menghasilkan satu sampah untuk Bumi ini.  Padahal, ket...

Nekad Bukan Kata Baku, Manusia Tetap Tahu; Ini Bukan Soal Judul Film Modal Nekad

  Adegan sepeda dari awal hingga akhir film | Foto: Tangkap layar film "Modal Nekad"  Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving - Albert Einstein Sepeda, manusia dan pesan implisit dalam film Modal Nekad Ketika Jamal mencoba menggoda Rosma di sebuah lapak sayur yang tampak seperti pasar atau warung, lapak di sebelah masuk dalam frame dengan mempertontonkan deretan sepeda yang berjajar tergantung di bagian atas depan. Beberapa diletakkan diam di halaman sampai akhirnya Jamal mencuri salah satunya untuk mengantar Rosma pulang. Sebetulnya untuk melarikan diri dari korban tipuan judinya juga.  Ia bahkan tidak tahu siapa pemilik sepeda itu. "Sepeda siapa, nih?" Begitu tanyanya pada dirinya sendiri usai Rosma masuk ke rumah tuannya.  Di scene lain, sepeda juga menjadi saksi bisu saat Jamal memutuskan masuk ke dunia kelam sejak masa kanak-kanak, di sebuah tempat yang mirip gudang, tempat di mana anak-anak nakal berkumpul dan 'belajar ...